Sekolah adalah wadah untuk menghabiskan waktu luang dari kesibukan sehari-hari. Setelah seorang anak lelah bermain dan bosan karena tidak ada kegiatan lain, ia akan menghabiskan waktunya untuk belajar dengan orang dewasa. Inilah yang disebut sekolah pada zaman dahulu. Namun, kini semua telah berubah. Karena kepentingan, sekolah dilembagakan dan diatur-atur sesuai kebijakan penguasa.
Kini sekolah telah merenggut kebebasanku. Di usiaku yang memasuki kepala dua ini, hidupku masih digantung pada mitos kesuksesan dari sekolah. Omong kosong terus aku pelajari dengan aturan-aturan yang membatasi kemanusiaanku.
Terkadang aku berpikir, mengapa dulu aku percaya pada ucapan bapak, ibu, orang-orang kampung, dan teman-temanku? Bahkan teman-temanku kini mereka banyak yang merasakan hal sama sepertiku. Rasa penyesalan mengapa aku menghabiskan waktuku untuk sekolah, tidak untuk berkreasi di dunia nyata. Hari ini, aku benar-benar menyesal. Terlalu lama hidup di dunia teori yang tak relevan dengan kenyataan. Mau berhenti dan mati dari jalan ini. Sudah terlanjur berjanji pada Ibu, aku akan lulus.
Ratap dan penyesalanku pun tak berguna. Hal yang bisa aku lakukan kini hanyalah mencintai takdirku dan berkreasi sebisaku pada dunia imajinasi. Semua ini akan berlalu.